Tentang UGM
FEB UGM
Perpustakaan UGM
Webmail @UGM
Bahasa Indonesia
English
Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Magister Sains dan Doktor

Fakultas Ekonomika dan Bisnis

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Banner
Home Kehidupan Kampus Lingkungan Ugm
Lingkungan Universtas Gadjah Mada PDF Print E-mail
Friday, 04 April 2014 08:16

Lingkungan Universtas Gadjah Mada

 

Universitas Gadjah Mada (UGM), merupakan universitas negeri tertua diIndonesia yang didirikan pada tanggal 19 Desember1949. Pada saat didirikan, UGM hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas dan satu Sekolah Pascasarjana. Sebagai sebuah kampus perguruan tinggi yang memiliki banyak fakultas, penataan fakultas di UGM adalah dengan sistem kelompok atau yang sering disebut sebagai Klaster, yaitu merupakan kumpulan fakultas yang didalamnya terdapat kesamaan bidang ilmu. Sistem klaster ini adalah bertujuan untuk menata bidang-bidang ilmu yang memiliki kesamaan ke dalam suatu kawasan tertentu. Sistem klaster di UGM telah dimulai sejak 1984, dengan pembagian empat bidang ilmu, yaitu, Klaster Sains dan Teknik, Klaster Kesehatan, Klaster Agro, Klaster Sosial-Humaniora. Program Magister Sains sebagai bagian dari FEB UGM masuk dalam Klaster Sosial-Humaniora.

 

Berjalan-jalan di kawasan UGM akan banyak melihat gedung yang sebagian besar merupakan gedung dengan gaya arsitektur tempo dulu, salah satunya adalah gedung kantor pusat UGM yang pada tahun 2012 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya kelas C (kelas provinsi). Bangunan gedung pusat UGM ini merupakan gagasan dari Presiden pertama, Ir. Soekarno yang terinspirasi bangunan masa Yunani Kuno. Didesain oleh seorang arsitek pribumi, Ir. Hadinagoro, yang sekaligus pangeran Keraton Yogyakarta. Salah satu ciri mencolok balairung adalah pilar-pilar besar yang membuat gedung ini sangat megah sampai saat ini. Pilar-pilar besar, bulat dan kokoh serta gaya bangunan indische yang megah di gedung pusat UGM merupakan perwujudan dari kebesaran dan kemegahan Majapahit. Sebuah kerajaan yang menginspirasi UGM. Kemegahan tersebut diperindah dengan terdapatnya taman-taman dengan rumput dan pohon cemara yang menghiasi. Taman dengan pohon cemara dan pohon bodhi yang langka yang punya makna tersendiri dipadukan dengan rumput hijau semakin menampakkan bahwa gedung ini sebagai pusat pendidikan tempat mencerdaskan kehidupan bangsa yang ramah lingkungan. Suasana hawa yang sejuk dan segar di area gedung pusat karena didukung adanya hutan kampus yang berada tepat di sebelah utara balairung. Saat ini gedung pusat adalah merupaka hotspot area, dengan beberapa gazebo klasik yang disediakan mahasiswa dapat browsing artikel maupun mengerjakan tugas di seputaran gedung pusat UGM sambil menikmati hawa sejuk dan kicauan burung-burung yang terbang hidup bebas di hutan UGM.

 

Meski dikenal punya falsafah sebagai kampus kerakyatan, namun UGM punya berbagai fasilitas yang sangat memadai untuk civitas akademika-nya, antara lain, Auditorium Graha Sabha Pramana yang resmi hadir sejak 1995 merupakan gedung serbaguna menggantikan peran yang dulu dimiliki oleh Balairung UGM, yaitu menjadi sentra aneka kegiatan yang berbau akademik maupun tidak. Seperti wisuda, seminar, pameran pendidikan, dan kegiatan-kegiatan komersial seperti konser musik, dan juga disewakan untuk pesta perkawinan.Perpustakaan pusat (main library) yang letaknya ada di sebelah utara Auditorium Graha Sabha Pramana ini selain menyediakan berbagai macam buku sebagai sumber referensi dalam melakukan penelitian maupun acuan perkuliahan juga merupakan tempat yang nyaman untuk learning communitybagi para mahasiswa. University Club (UC) adalah hotel & convention dengan keunikan khas suasana kampus. Hotel yang dikelola berstandar bintang dengan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan selama berada di hotel. UC UGM juga menyedikan fasilitas untuk keperluan bisnis seperti adanya meeting room, hall room dan UC Resto yang menyediakan berbagai menu tradisional dengan harga terjangkau. Sepeda kampus, dalam rangka mewujudkan kampus educopolis dan menggalakkan budaya bersepeda di kalangan civitas akademika, UGM meluncurkan layanan sepeda kampus pada tahun 2011 lalu, harapannya adalah dengan adanya sepeda kampus ini selain mendukung kampus hijau zero emisi juga bisa tercipta gaya hidup baru yang lebih sehat bagi mahasiswa maupun dosen UGM.

 

Biaya hidup

Biaya hidup di Yogyakarta memang, bias dianggap lebih relatif murah dibanding kota besar lain di Indonesia, tetapi bisa juga dibilang saat ini biaya hidup di Yogyakarta mulai serba naik juga dengan kenaikan BBM di awal 2013 lalu. Bagi para mahasiswa yang berasal dari luar kota Yogyakarta, di sekitar kampus tersedia banyak rumah sewaan/kontrakan/kost yang bisa disewa bulanan, bahkan sekaligus dalam kisaran tahun. Rerata biaya sewa per bulan per kamar antara Rp200.000,00-Rp350.000,00  dengan atau tanpa biaya listrik, tinggal memilih mana yang dirasa paling nyaman dan cocok. Untuk makan banyak tempat-tempat makan yang menyediakan menu sesuai kantong mahasiswa, rata-rata sekali makan antara tujuh ribu sampai 10 ribu sudah dengan menu lauk ikan , ayam atau telor. Kalau mau lebih murah bias juga mencoba kuliner khas Yogyakarta yang terkenal di kalangan mahasiswa yaitu angkringan, warung sederhana yang menjajakan nasi kucing dan gorengan serta wedang jahe yang harganya sangat murah. Rp1.000,00 untuk sebungkus nasi kucing, dan Rp3.000,00 untuk menu hemat nasi kucing + gorengan + wedang jahe yang dijamin membuat perut bisa lumayan kenyang

 

Transportasi

Soal transportasi ada banyak solusi untuk menuju dan keluar dari UGM. secara khusus UGM memang tidak menyediakan bus mahasiswa, yang ada adalah sepeda kampus. Layanan sepeda kampus ini adalah merupakan salah satu perwujudan dari pengembangan kawasan educopolis yaitu suatu lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran dalam konteks pengembangan kolaborasi multidisiplin dan tanggap terhadap isu ekologi. Semua civitas akademika dapat free menggunakan sepeda hijau yang disediakan UGM ini sebagai transportasi di lingkungan kampus. Sedangkan untuk area yang lebih jauh dari dan ke UGM bagi yang tidak memakai kendaraan pribadi, bisa menggunakan jasa TransJogja yang merupakan moda transportasi unggulan di Yogyakarta dengan biaya Rp3.000,00 ke semua jurusan dan juga telah melayani untuk seluruh objek wisata di Yogyakarta, alternatif lain adalah menggunakan angkot (angkutan kota). Ada banyak macam angkutan kota di Yogyakarta, mulai dari bus seperti metro mini di Jakarta atau mobil kecil, ada pula becak, taxi, ojek motor sebagai alternatif lain. Sekarang ini tersedia pula jasa Taxi Motor yang bisa dipanggil kapan dan dimana saja untuk mengantar kemana saja dengan biaya relative lebih murah.

 

 

Share