Sabtu, 20 Juni 2026, Program Magister Sains dan Doktor (MD) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melaksanakan kegiatan studi lapangan ke Desa Wisata Nglanggeran. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengamati secara langsung pengelolaan potensi wisata, pengembangan produk lokal, serta kegiatan ekonomi berbasis masyarakat.
Sebelum mengunjungi tiga lokasi utama, kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai pengembangan dan pengelolaan Desa Wisata Nglanggeran. Sesi tersebut disampaikan oleh Bapak Mursudi, salah satu warga lokal yang dikenal aktif dalam pengembangan desa wisata. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan perkembangan Desa Wisata Nglanggeran, peran masyarakat dalam mengelola potensi desa, serta pentingnya partisipasi warga dalam mendukung pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.
Studi lapangan ini tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan kunjungan, tetapi juga sebagai sarana untuk menghubungkan konsep-konsep akademik dengan praktik yang diterapkan oleh masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai bagaimana potensi alam, kreativitas masyarakat, kegiatan kewirausahaan, dan pengelolaan pariwisata dapat dikembangkan secara terpadu untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
Rangkaian kunjungan diawali dengan pengenalan terhadap proses pengelolaan dan pengolahan susu kambing. Para mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai tahapan pengolahan susu hingga menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya lokal, pemeliharaan kualitas produk, dan pengembangan inovasi dalam mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Embung Nglanggeran, salah satu daya tarik wisata di kawasan tersebut. Di lokasi ini, para mahasiswa dapat mengamati bagaimana potensi alam dan lingkungan dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata. Keberadaan Embung Nglanggeran juga menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi memerlukan keterkaitan antara pelestarian lingkungan, pengalaman pengunjung, dan pemberdayaan masyarakat.
Para mahasiswa selanjutnya mengunjungi Griya Cokelat Nglanggeran, tempat masyarakat mengembangkan produk olahan cokelat sebagai salah satu bentuk kreativitas dan kegiatan ekonomi lokal. Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses penciptaan nilai dari komoditas lokal melalui pengolahan produk, pengembangan variasi produk, dan pemasaran. Griya Cokelat Nglanggeran menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi masyarakat dapat meningkatkan nilai ekonomi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sesi edukasi dan rangkaian kunjungan tersebut, dapat memberikan pemahaman bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya bergantung pada daya tarik alam, tetapi juga memerlukan pengelolaan usaha, inovasi produk, partisipasi masyarakat, kerja sama antar pemangku kepentingan lokal, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara pengelola wisata, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat secara lebih luas.
Kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan studi lapangan ini. Interaksi antar mahasiswa selama perjalanan dan kunjungan memberikan ruang untuk bertukar pandangan, mendiskusikan hasil pengamatan, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan tenaga kependidikan. Melalui kegiatan studi lapangan ke Desa Wisata Nglanggeran, Program Studi MD FEB UGM terus berupaya menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dan kontekstual. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat, pengembangan kewirausahaan lokal, penciptaan nilai melalui inovasi produk, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan ekonomi.