Pada Rabu, 9 September 2026, Program Magister Sains dan Doktor (MD) Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyelenggarakan sesi akademik dengan topik “Validity and Reliability for Qualitative Research” yang menghadirkan Prof. Renato Pereira dari ISCTE Business School Lisbon, Portugal sebagai pembicara. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada pukul 11.30–13.30 WIB bertempat di Auditorium BRI, Lantai 3 Gedung Magister Sains dan Doktor, FEB UGM. Dalam sesi bertajuk Validity and Reliability for Qualitative Research, Prof. Renato membahas bagaimana kualitas penelitian kualitatif perlu dipahami sesuai dengan paradigma dan tradisi metodologis yang digunakan, khususnya dalam menilai kredibilitas, transparansi, refleksivitas, serta keterkaitan antara bukti empiris dan interpretasi peneliti. Beliau menekankan bahwa konsep validitas dan reliabilitas tidak dapat diterapkan secara mekanis dengan pendekatan yang sama seperti dalam penelitian kuantitatif. Perbedaan cara pandang terhadap pengetahuan dan realitas membuat peneliti perlu memilih kriteria kualitas yang selaras dengan pendekatan penelitian yang digunakan.
Dalam pendekatan interpretivis, kualitas penelitian lebih banyak tercermin melalui kredibilitas, keterbukaan proses penelitian, refleksivitas, serta keterhubungan antara data dan interpretasi peneliti. Pembahasan juga menyoroti konsep trustworthiness yang mencakup credibility, transferability, dependability, dan confirmability sebagai bagian dari upaya mempertanggungjawabkan kualitas penelitian kualitatif. Prof. Renato menjelaskan bahwa aspek seperti jumlah sampel, triangulasi, dan member checking tidak seharusnya digunakan sekadar sebagai prosedur formal untuk menunjukkan bahwa penelitian telah memenuhi standar tertentu. Sebaliknya, setiap keputusan metodologis perlu dipertimbangkan berdasarkan tujuan penelitian, karakteristik fenomena, konteks penelitian, serta kedalaman bukti yang dihasilkan.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penelitian, termasuk dalam menjelaskan perubahan desain, proses analisis, serta posisi peneliti terhadap data yang diperoleh. Dalam penelitian kualitatif, perbedaan informasi dari berbagai sumber tidak selalu menunjukkan adanya kesalahan, tetapi dapat membuka pemahaman mengenai perspektif, dinamika, dan konteks yang berbeda. Oleh karena itu, peneliti perlu memastikan bahwa setiap interpretasi memiliki dasar empiris yang jelas dan mampu menunjukkan bagaimana kesimpulan dibangun dari data. Melalui sesi ini, mahasiswa diajak memahami bahwa kualitas riset kualitatif pada akhirnya ditentukan oleh koherensi metodologis, kecukupan bukti, transparansi proses, dan kekuatan argumentasi, bukan semata-mata oleh penggunaan prosedur tertentu.