Yogyakarta, 13 – 14 Agustus 2026 — Program Magister Sains dan Doktor (MD) FEB UGM menyelenggarakan rangkaian Pengarahan Akademik dan Researcher’s Enrichment Program (REACH) 2026 sebagai bagian dari penyambutan dan pembekalan mahasiswa baru.
Hari pertama, menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka di MD FEB UGM. Setelah pembukaan, mahasiswa diajak terlebih dahulu memahami visi, misi, dan nilai-nilai FEB UGM sebagai fondasi dalam membangun kehidupan akademik yang berintegritas, berorientasi pada keilmuan, dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Pengenalan tersebut disampaikan oleh Rimawan Pradiptyo, S.E., M.Sc., Ph.D., sebagai perwakilan pengelola Program MD FEB UGM. Sesi ini menjadi pijakan awal bagi mahasiswa sebelum memasuki berbagai aspek kehidupan akademik secara lebih mendalam.
Pemahaman terhadap nilai dan arah institusi kemudian dilanjutkan dengan hal yang lebih praktis, yaitu bagaimana mahasiswa menjalani proses akademiknya. Melalui sesi Academic Support, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai kurikulum, peraturan akademik dan nonakademik, serta berbagai hal yang perlu dipahami selama menempuh pendidikan di masing-masing program studi. Untuk mahasiswa Program Magister Sains dan Doktor Ilmu Akuntansi, sesi ini disampaikan oleh Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust.) bersama Tim Akademik. Sementara itu, mahasiswa Program Magister Sains dan Doktor Ilmu Ekonomi memperoleh pengarahan dari Rimawan Pradiptyo, M.Sc., Ph.D. bersama Tim Akademik, dan mahasiswa Program Magister Sains dan Doktor Ilmu Manajemen mendapatkan pemaparan dari Widya Paramita, M.Sc., Ph.D. bersama Tim Akademik.
Dengan memahami sistem akademik sejak awal, mahasiswa diharapkan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai perjalanan studi yang akan ditempuh. Namun, kesiapan akademik pada era saat ini tidak cukup hanya dengan memahami kurikulum dan peraturan. Perkembangan teknologi, khususnya penggunaan Artificial Intelligence (AI), turut membawa perubahan dalam cara mahasiswa belajar, mencari informasi, dan menghasilkan karya akademik.
Mahasiswa kemudian diajak memahami Aturan UGM Terkait Penggunaan AI dalam Lingkungan Akademik, Penulisan Dokumen Akademik, dan Anti-Plagiarisme melalui sesi yang disampaikan oleh Rocky Adiguna, S.E., M.Sc., Ph.D.. Pembahasan ini menjadi relevan di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan teknologi, tetapi juga diajak memahami pentingnya etika, integritas, dan tanggung jawab dalam memanfaatkannya untuk mendukung proses akademik.
Di sisi lain, perjalanan studi yang baik juga membutuhkan kesiapan personal. Tuntutan perkuliahan, penelitian, dan berbagai tanggung jawab akademik dapat menghadirkan tantangan tersendiri bagi mahasiswa pascasarjana. Untuk membekali mahasiswa dalam menghadapi hal tersebut, sesi Pengelolaan Stres bagi Mahasiswa Pascasarjana menghadirkan dr. Fiddina Mediola, Sp.KJ, dari Perwakilan Indonesia Sehat Jiwa. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh perspektif mengenai pentingnya mengenali dan mengelola stres sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan proses belajar.
Pembahasan tersebut kemudian dilengkapi dengan pengenalan Student Mental Health Facility bersama Anisa Yuliandari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dari Career and Student Development Unit (CSDU) FEB UGM. Kehadiran sesi ini menegaskan bahwa dukungan terhadap mahasiswa tidak berhenti pada aspek akademik. Mahasiswa juga perlu mengetahui ruang dan fasilitas yang dapat diakses ketika membutuhkan dukungan dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa studi.
Setelah memperoleh bekal mengenai akademik sekaligus dukungan personal, mahasiswa kemudian diperkenalkan pada ruang untuk membangun relasi dan kebersamaan. Melalui pengenalan Forum Komunikasi Mahasiswa Magister Sains (Forkomsi) dan Ikatan Mahasiswa Doktor FEB UGM (Imadebgama), mahasiswa baru mulai mengenal komunitas kemahasiswaan yang dapat menjadi wadah interaksi, kolaborasi, dan pengembangan diri di luar kegiatan perkuliahan. Dengan demikian, hari pertama tidak hanya memperkenalkan apa yang perlu diketahui mahasiswa, tetapi juga memperlihatkan berbagai ruang yang dapat mendukung mereka selama menjalani perjalanan di MD FEB UGM.
Hari Kedua: Mengenal Kampus, Membangun Koneksi, dan Belajar dari Pengalaman
Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan senam dan ice breaking yang dipandu oleh Forkomsi dan Imadebgama. Suasana yang lebih santai memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi, mencairkan suasana, dan mulai membangun kedekatan dengan teman-teman baru.
Dari interaksi antarmahasiswa, kegiatan kemudian bergerak pada upaya mengenal lingkungan tempat mereka akan menjalani proses akademik. Melalui campus tour, mahasiswa diajak mengunjungi berbagai fasilitas dan ruang di lingkungan FEB dan UGM, mulai dari ruang-ruang akademik hingga fasilitas pendukung lainnya. Didampingi oleh Forkomsi dan Imadebgama, kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan lokasi, tetapi juga membantu mahasiswa membangun kedekatan dengan lingkungan kampus yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka selama menempuh studi.
Mengenal lingkungan akademik tentu perlu diikuti dengan kemampuan untuk berinteraksi dan menyampaikan gagasan di dalamnya. Atas dasar itu, rangkaian REACH dilanjutkan dengan sesi Communication Skill bersama Ibu RR. Tur Nastiti, M.Si., Ph.D.. Kemampuan komunikasi menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa pascasarjana, baik dalam menyampaikan gagasan, berdiskusi, melakukan presentasi, maupun membangun kolaborasi. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengembangkan keterampilan tersebut secara interaktif.
Setelah mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru, mahasiswa kemudian diajak melihat perjalanan akademik dari perspektif mereka yang telah lebih dahulu melewati proses tersebut. Sesi Alumni Talkshow menghadirkan Dr. Evy Rahman Utami, S.E., M.Sc., CACP, alumni MSA dan DIA; Brian Gregory Adhihendra, S.E., M.Sc., alumni MSM; serta Muchsin Husein Bustony, S.E., M.M., M.Sc., M.A. alumni MSIE. Ketiganya berbagi pengalaman mengenai perjalanan akademik dan profesional yang mereka jalani setelah menjadi bagian dari MD FEB UGM.
Kehadiran alumni memberikan perspektif yang berbeda bagi mahasiswa baru. Apa yang sebelumnya diperoleh dalam bentuk pengarahan dan pembekalan kemudian dapat dilihat melalui pengalaman nyata para alumni. Cerita mengenai perjalanan studi, pengembangan diri, hingga pengalaman profesional memberikan gambaran bahwa masa studi di MD FEB UGM bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga tentang membangun kompetensi, jejaring, dan kesiapan untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Pada akhirnya, rangkaian Pengarahan Akademik dan REACH 2026 selama dua hari mempertemukan berbagai aspek yang dibutuhkan mahasiswa dalam memulai perjalanan pascasarjana: pemahaman akademik, integritas dalam pemanfaatan teknologi, kesiapan personal, keterampilan komunikasi, jejaring, hingga inspirasi dari pengalaman alumni. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa baru tidak hanya mengetahui apa yang akan mereka hadapi, tetapi juga memiliki bekal untuk menjalaninya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru MD FEB UGM diharapkan dapat memulai perjalanan akademiknya dengan lebih siap, bukan hanya sebagai individu yang datang untuk belajar, tetapi sebagai bagian dari komunitas akademik yang terhubung, bertumbuh, berkolaborasi, dan kelak memberikan kontribusi melalui ilmu serta keahlian yang dikembangkan selama berada di UGM.