Program Magister Sains dan Doktor (MD) FEB UGM kembali menunjukkan kiprah internasional melalui partisipasi tiga mahasiswa doktoralnya, yaitu Noorina Hartati (Mahasiswa Doktor Ilmu Akuntansi) serta Retno Wulandari dan Siti Khoiriyah (Mahasiswa Doktor Ilmu Manajemen), dalam kegiatan PhD Colloquium UBD SBE 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Brunei Darussalam di UBD School of Business and Economics pada 23 April 2026. Kegiatan ini merupakan forum akademik yang dirancang untuk memperkuat budaya riset dan meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa doktoral melalui presentasi penelitian dan diskusi ilmiah yang konstruktif.
PhD Colloquium ini diikuti oleh 21 peserta doktoral dari Brunei dan Indonesia yang berasal dari berbagai bidang, seperti Business, Management, Finance, dan Economics. Para peserta mempresentasikan perkembangan riset mereka dalam sesi paralel yang dinilai oleh akademisi internasional berpengalaman. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menguji kejelasan argumentasi, memperkuat metodologi penelitian, serta mendapatkan masukan strategis guna penyempurnaan disertasi mereka.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah akademisi ternama sebagai assessor dari berbagai institusi global, termasuk Universiti Utara Malaysia, Universiti Malaya, University of New Orleans, dan De La Salle University. Keterlibatan para pakar ini memberikan perspektif yang kaya dan mendalam bagi peserta dalam mengembangkan kualitas riset yang berstandar internasional.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, capaian membanggakan turut diraih oleh Noorina Hartati yang berhasil memperoleh penghargaan sebagai 2nd Best Speaker pada PhD Colloquium UBD School of Business and Economics. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas akademik, kemampuan komunikasi ilmiah, serta dedikasi mahasiswa MD FEB UGM dalam forum internasional.
Partisipasi mahasiswa MD FEB UGM dalam forum ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong penguatan kapasitas akademik serta kontribusi aktif dalam komunitas ilmiah global. Selain menjadi ajang presentasi penelitian, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lintas negara, pertukaran gagasan, serta perluasan jejaring akademik yang strategis bagi pengembangan riset ke depan.